Masih ku bertanya-tanya apa sebenarnya arti sebuah komitmen dalam
sebuah hubungan. Pertanyaan itu selalu tergiang menari nari indah dalam
otakku dan aku mencoba mencari jawaban yang menyebabakan kegelisahan
dalam hati karena aku ingin belajar berkomitment.
Menurut arti kata komitmen menimbukalan pengertian penjajaian akan sesuatu yang ditimbulkan dari sebuah kesepakatan, kesepakatan dengan diri sendiri atau dengan orang lain. Pernah aku mencoba bertanya di situs Fb apa yang harus kita lakukan jika kita telah berkomitmen, dan aku mendapat koment balasan yang sangat mengena yaitu “menjaganya agar tidak miring atau melenceng dari komimet yang sudah kita sepakati, mencoba menajalankan komitmen tersebut dan terakhir kita harus siap dengan semua resiko atau komitmen yang sudah kita ambil”.
Kita disebut berkomitmen “when you are willing to give your time and energy to something that you believe in, or a promise or firm decision to do something”— Cambridge Advanced Learner’s Dictionary
Komitmen dalam berbagai pemikiran (termasuk pemikiranku) :
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ibu mengelus sayang anak yang pernah mencacinya, dan tetap mencintainya tanpa syarat.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekad demi mencapai sebuah tujuan, sekalipun ia belum dapat mengetahui hasil akhir dari tujuan tersebut. Berjerih payah dan berkorban demi menyelesaikan tujuannya, sekalipun semua orang meninggalkannya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang rela meninggalkan segala sesuatu yang berharga demi memenuhi panggilan hidupnya, walau harga yang harus dibayar tidak sedikit dan medan yang ditempuh tidak ringan.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang memikul resiko dan konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang berani setia dan percaya, meski harapannya tidak kunjung terpenuhi dan tidak ada yang dapat dijadikan jaminan olehnya.
Komitmen adalah sesuatu yang melampaui segala bentuk perbedaan, perselisihan dan pertengkaran. Ia tidak dapat dihancurkan oleh kekurangan, kelemahan maupun keterbatasan lahiriah… karena ketika kita berani mengikatkan diri dalam sebuah komitmen, kita telah ‘mati’ terhadap kepentingan diri sendiri.
Dan komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang mampu menerima pasangannya kembali dan memaafkannya walaupun pasangannya telah melakukan sebuah bahkan lebih kesalahan yang membuatnya sakit hati.
Seorang wanita bijak pernah menulis kalimat ,
“In the final analysis, commitment means: ‘Here I am. You can count on me. I won’t fail you.’”
Bertolak dari itu semua, membuatku berfikir mencoba menelahah kembali urai perjalanan hidupku dan myimpulkan sebatasa mana aku telah berkomitmen dengan apa yang telah aku pilih dan ternyata aku baru mulai dan mencoba melakukannya.
Dan bila ada pertanyaan “Berapa harga sebuah komitmen” aku akan menjawab
Komitmen harganya sangat BESAR dan TAK TERNILAI !!!
**Tulisan ini kupersembahakan untuk seorang laki-laki yang mengajakku berkomitmen dalam sebuah hubungan, dan dia telah menyadarkan aku arti komitmen yang sebenarnya.
Menurut arti kata komitmen menimbukalan pengertian penjajaian akan sesuatu yang ditimbulkan dari sebuah kesepakatan, kesepakatan dengan diri sendiri atau dengan orang lain. Pernah aku mencoba bertanya di situs Fb apa yang harus kita lakukan jika kita telah berkomitmen, dan aku mendapat koment balasan yang sangat mengena yaitu “menjaganya agar tidak miring atau melenceng dari komimet yang sudah kita sepakati, mencoba menajalankan komitmen tersebut dan terakhir kita harus siap dengan semua resiko atau komitmen yang sudah kita ambil”.
Kita disebut berkomitmen “when you are willing to give your time and energy to something that you believe in, or a promise or firm decision to do something”— Cambridge Advanced Learner’s Dictionary
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ibu mengelus sayang anak yang pernah mencacinya, dan tetap mencintainya tanpa syarat.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekad demi mencapai sebuah tujuan, sekalipun ia belum dapat mengetahui hasil akhir dari tujuan tersebut. Berjerih payah dan berkorban demi menyelesaikan tujuannya, sekalipun semua orang meninggalkannya.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang rela meninggalkan segala sesuatu yang berharga demi memenuhi panggilan hidupnya, walau harga yang harus dibayar tidak sedikit dan medan yang ditempuh tidak ringan.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang memikul resiko dan konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses.
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang berani setia dan percaya, meski harapannya tidak kunjung terpenuhi dan tidak ada yang dapat dijadikan jaminan olehnya.
Komitmen adalah sesuatu yang melampaui segala bentuk perbedaan, perselisihan dan pertengkaran. Ia tidak dapat dihancurkan oleh kekurangan, kelemahan maupun keterbatasan lahiriah… karena ketika kita berani mengikatkan diri dalam sebuah komitmen, kita telah ‘mati’ terhadap kepentingan diri sendiri.
Dan komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang mampu menerima pasangannya kembali dan memaafkannya walaupun pasangannya telah melakukan sebuah bahkan lebih kesalahan yang membuatnya sakit hati.
Seorang wanita bijak pernah menulis kalimat ,
“In the final analysis, commitment means: ‘Here I am. You can count on me. I won’t fail you.’”
Bertolak dari itu semua, membuatku berfikir mencoba menelahah kembali urai perjalanan hidupku dan myimpulkan sebatasa mana aku telah berkomitmen dengan apa yang telah aku pilih dan ternyata aku baru mulai dan mencoba melakukannya.
Dan bila ada pertanyaan “Berapa harga sebuah komitmen” aku akan menjawab
Komitmen harganya sangat BESAR dan TAK TERNILAI !!!
**Tulisan ini kupersembahakan untuk seorang laki-laki yang mengajakku berkomitmen dalam sebuah hubungan, dan dia telah menyadarkan aku arti komitmen yang sebenarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar